Inigo, begitulah nama Ignatius Loyola, adalah seorang anak bungsu dari 12 bersaudara. Lahir di Basque, daerah utara spanyol dari keluarga bangsawan di Puri Loyola. Di tempat inilah Inigo dibesarkan dan memulai takdirnya dalam hidup kebangsawanan dan juga ksatria. Pada umur 14 tahun dia mulai dididik untuk menjadi bagian dari kebangsawanan Raja Spanyol.Renungan:
Sebagaimana kita merenungkan kisah hidup Inigo, apa yang anda pikirkan tentang hidup anda sendiri? Mungkin kita sering merasakan dimanakah Tuhan dalam hidup saya ketika saya berjuang jatuh bangun untuk membangun diri dan hidup yang saya impikan? Seringkali cara terbaik untuk menemukan Dia, adalah dengan tetap setia dan sabar melihat kedalaman diri dan hati tanpa judgement, tanpa prasangka, berpikir positif dan tetap percaya bahwa Tuhan hadir dan menyertai. Melihat secara realistis apa yang terjadi dalam hidup, merefleksikannya di dalam kedalaman hati kita, jujur dan tulus dengan hidup ini bisa jadi merupakan "jalur" yang baik untuk menemukan kehendakNya.
Dalam pertempuran yang hebat itu, sebuah peluru meriam menerjang kakinya, meninggalkan Inigo dengan luka dan cedera yang serius. Dia pun harus dipapah pasukan Perancis sebelum akhirnya dibawa kembali ke Loyola. Cedera kakinya, yang membuatnya pincang sungguh meruntuhkan kebanggaan dirinya, ambisi pribadi, kepercayaan diri, dan juga mimpi-mimpinya. Dia menjadi frustrasi karena cedera ini seperti menyingkirkan dia dari aksi-aksi kebangsawanan yang gagah berani dan tentu saja kesempurnaan.
Saat kegagalan di Pamplona rupanya menjadi saat dimana Tuhan berkarya. Kekalahan Spanyol adalah berkat buat Inigo. Saat-saat sakitnya adalah moment penting bagi Inigo untuk merasakan sentuhan Tuhan dan membuat dirinya sungguh bisa bekerja sama dengan rahmat Tuhan sendiri. Bukankah memang seringkali moment-moment yang penting dalam perubahan hidup kita terjadi ketika kita dalam kekecewaan, tak berdaya, dan pada saat kita gagal? Saat-saat itu bisa sungguh menjadi saat dimana kita mulai memahami cinta dan hidup yang mendalam; menjadi sebuah moment dan tempat dimana kita menemukan benih-benih untuk berkembang dalam hidup.
Renungan:
Apakah ada dalam moment hidup anda yang mengingatkan anda akan peristiwa Pamplona sebagaimana Inigo alami- saat dimana anda bertindak tanpa hati-hati, dengan kenekatan dan keberanian? atau ketika anda sungguh merasa tak berdaya dan dalam kegagalan? Kalau melihat ke belakang, melihat peristiwa-peristiwa itu, apa yang bisa anda rasakan dan pikirkan sekarang ini?














0 komentar:
Poskan Komentar